Untuk menjadi seorang pengembang web profesional tidaklah mudah karena harus memadukan antara bahasa pemrograman web dengan nilai seni yang terdapat dalam setiap halaman web. Keduanya harus dimiliiki, jika salah satu saja maka belum bisa disebut sebagai seorang pengembang web profesional. Meskipun pintar bahasa php dalam membuat web, tapi jika tidak didukung oleh jiwa seni maka hasilnya kurang maksimal. Begitu pula sebaliknya, jika hanya pandai membuat tampilan halaman web tapi tidak didukung oleh pengetahuan tentang bahasa pemrograman web maka hal itu akan sia-sia saja. Sebagai seorang pengembang web pemula, tidak perlu berkecil hati jika ingin menjadi seorang pengembang web profesional. Yang terpenting adalah adanya kemauan untuk terus belajar dan belajar lagi agar wawasan tentang pengembangan web terus bertambah. Ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh para pengembang web pemula ketika pertama kali ingin membangun sebuah web dari awal. Agar web yang dibuat nampak profesional perlu memahami beberapa konsep dasar dalam mengolah web, mulai dari tool yang digunakan, format gambar yang sesuai, hingga pemilihan warna teks dan latar belakang sebuah halaman web. Berikut ini terdapat beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam membuat sebuah website :

1 DAPAT DIGUNAKAN (USABILITY)

Usabilitas merupakan hal yang sangat penting dalam merancang web (web design). Memang sangat baik jika memiliki sebuah website dinamis yang nampak profesional dan bagus , namun jika perlu waktu yang sangat lama untuk mendownload sebuah artikal atau penggunaan navigasinya sangat rumit maka tidak heran jika pengguna akan “hengkang” dari website Anda dan tidak akan kembali lagi. Perlu diketahui, umumnya pengguna (user) ingin mendapatkan informasi secara cepat meskipun tampilan website-nya biasa saja. Jika terlalu lama saat mencari informasi maka para pengguna akan langsung menutup halaman web tersebut. Ingat, jangan mengorbankan aspek usabilitas dalam mendesain website.

1 NAVIGASI (NAVIGATION)

Navigasi juga menjadi hal yang sangat penting dalam sebuah website yang berfungsi untuk membantu pengguna (user) dalam menjelajah website kita untuk mencari informasi yang diinginkan secara mudah. Navigasi yang bagus mencerminkan struktur website yang sangat baik. Kadangkala ditemukan beberapa format navigasi, diantaranya:
- Papan Navigasi (Navigation Panel)
o Bisanya dalam bentuk menu-menu yang tersusun rapi.
o Sebaiknya diatur link pada bagian kiri (dari tangan Anda) atau di bagian atas dari sebuah halaman web.
o Dapat berupa teks maupun grafik.
o Harus mengambil ruang yang tidak terlalu banyak.
o Posisi navigasi sebaiknya konsisten pada setiap halamannya. Jika terpaksa menggunakan warna yang berbeda, pastikan bagian tersebut masih merupakan satu kesatuan.
- Tombol Home (Home Button) :
o Tombol ini sangat familiar di kalangan pengembang web. Fungsi utama tombol ini adalah untuk kembali ke halaman utama (homepage).
o Tombol home dapat ditempatkan pada setiap halaman web kecuali halaman utama (homepage).
o Tombol home maupun logo perusahaan dapat berfungsi sebagai navigasi dan sebaiknya diletakkan di bagian kiri atas (dari tangan Anda).
o Pastikan tombol home maupun logo ada pada setiap halaman (kecuali halaman utama) agar pengunjung (visitor) lebih familiar dengan navigasi tersebut.
- Link
o Jika teks memiliki hyperlink sebaiknya diberi garis bawah (underlined).
o Pengunjung mestinya tidak harus disajikan dalam bentuk mouse over atau hover pada sebuah link untuk menyadarkan pengunjung bahwa teks tersebut adalah sebuah link – buatlah link yang nyata.
o Sediakanlah lebih banyak teks link (textual link) dalam sebuah website untuk mengijinkan pengunjung ke informasi referensi secara silang.
o Usahakan menyediakan daftar susunan link secara nyata dibandingkan hidden (adanya hal yang tersembunyi) dalam sebuah teks. Adanya link dalam sebuah teks mengakibatkan proses membaca sedikit lambat, namun hal ini mungkin saja menjadi hal yang bagus dengan tujuan menandai (highlight) kata-kata yang khusus.
o Buatlah perbedaan antara internal link (link dalam satu website) dengan external link (link dengan website lain).
o Jika link tersebut masih dalam satu website (internal link) buatlah link menggunakan teks yang simple. Jika link tersebut mengarah ke website lain (external link) usahakan memasukkan alamat lengkap website tersebut dalam teks (misal: http://www.websitelain.com). Hal itu akan memberikan informasi kepada pengunjung tentang website yang berbeda sebelum mengklik link tersebut.
o Apabila menyertakan link eksternal dalam website Anda, jangan membuat link dengan cara membuka jendela baru (new window) menggunakan target “_blank”. Ini dapat mengakibatkan pengunjung merasa terganggu.
o Hindari tombol kembali (back button) – yang merupakan perintah umum untuk kembali ke halaman sebelumnya.
o Jika memiliki link dalam bentuk file berukuran besar seperti .avi atau .pdf, sediakan ukuran dalam bentuk KB dalam tanda kurung untuk memberikan informasi kepada pengunjung tentang ukuran file tersebut sebelum mendownloadnya.
o Buatlah kepastian pengunjung untuk mengetahui tentang link yang sudah dikunjungi (diklik) dengan cara memberi warna yang berbeda. Misalkan dari warna biru ke merah (artinya: warna biru memberi arti link tersebut belum dibuka sedangkan warna merah menandakan link tersebut telah dikunjungi/dibuka).
- Judul html (HTML Title)
o Umumnya berada pada tag html header.
o Judul html (sebagai header) masih relevan dengan halaman sekarang.
o Ditampilkan di bagian atas (top title bar) pada sebuah browser.
o Judul html sangat berguna bagi yang membutuhkan sebagai bookmark situs Anda.
- Peta situs (Site Map)
o Site map merupakan salah satu bagian dari halaman website yang memberikan informasi tentang peta situs.
o Site map merupakan struktur yang hirarkis dari sebuah situs dengan link untuk seluruh halaman yang relevan.
o Memiliki link yang menyolok ke peta situs dari setiap halaman.
- Fasilitas Pencarian (Search Facility)
o Beberapa pengunjung/pengguna lebih memilih fasilitas pencarian sebelum menggunakan navigasi lain yang disediakan.
o Ada juga beberapa pengguna menggunakan fasilitas pencarian sebagai fasilitas terakhir yang akan digunakan.
o Pastikan situs Anda memiliki sebuah fasilitas pencarian (search facility).
o Letakkan kotak pencarian dalam posisi yang menyolok pada setiap halamannya.
- Grafik sebagai Navigasi dan/atau Link (Graphic as Navigation and/or Link)
o Sebagian pengembang web menggunakan grafik/ gambar sebagai link maupun navigasi. Berhati-hatilah jika melakukan hal tersebut.
o Jika garis tepi (border=”0”) pada tag grafik, hal itu mungkin menjadi jalan yang tidak jelas bagi pengunjung ketika memberitahukan bahwa gambar tersebut merupakan sebuah link.
o Jika grafik/gambar tersebut bukan dalam mouseover, pengunjung mungkin tidak akan melihat kursor berubah menjadi sebuah tangan.
o Usahakan dan sediakan link teks (textual link) untuk informasi yang sama sebagai grafik.
o Jika nilai estetika lebih penting, berilah garis tepi (border=”1”) pada grafik/gambar sebagai link

1 KONSEP PENULISAN (WRITING CONCEPT)

Teknik penulisan dalam web berbeda dengan penulisan untuk publikasi (cetak). Waktu merupakan hal sangat penting bagi mereka yang menggunakan Internet, sehingga para pengguna Internet tidak akan membuang waktunya hanya untuk membaca teks yang sangat banyak sekali. Riset membuktikan bahwa para pengguna cenderung meneliti teks dalam layar monitor. Selain itu, lebih cepat membaca di layar monitor dibandingkan membaca di atas kertas. Terdapat beberapa konsep penulisan dalam sebuah web, yaitu: - Sedikit itu lebih baik – pertahankan konsistensi: buatlah struktur kalimat sesederhana mungkin, atau buatlah kalimat yang pendek. - Seringlah menyorot (highlight) kata atau ungkapan yang penting. - Buatlah bullet atau nomor jika perlu. - Buatlah panjang halamannya lebih pendek – hindari terlalu banyak menggulung layar (vertical scroll). - Gunakan link untuk menyorot (highlight) dan mengambil pengguna untuk informasi lebih lanjut. - Hindari penggunaan ungkapan yang tidak deskriptiv, seperti “klik di sini” - coba dan gunakan kata deskriptiv untuk link. - Hindari penggunaan tag <hr> (Horizontal Rule), untuk memisahkan badan teks: gunakan banyak judul, subheading, dan ruang putih sebagai gantinya (hal ini akan nampak lebih bagus dan mudah dibaca, tag <hr> juga banyak yang tidak menyukai. - Hindari perataan teks di tengah-tengah (center) – tidak nyaman untuk dibaca. - Jangan menggunakan semua huruf kapital – tidak nyaman untuk dibaca juga. - Hindari teks miring (italic) secara berlebihan – hal ini juga tidak nyaman untuk dibaca. - Pertahankan isi (content) dari style – gunakan style sheet dan masukakan file lain yang mendukung.

1 KESEDERHANAAN (SIMPLICITY)

Kesederhanaan merupakan hal penting dalam membuat sebuah web profesional. Sederhana di sini bukan dalam arti tampilan sebuah situs, namun lebih mengarah ke teknik penulisannya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar konsep kesederhanaan tetap dipertahankan, yaitu:
- Gunakan Heading dan Sub Heading untuk memisahkan bagian teks.
- Gunakan ruang kosong dengan warna putih secara bijaksana.
- Pastikan Anda memiliki tidak lebih 12 kata dalam setiap barisnya.
- Tulislah isi secara singkat
- bukan sebuah karangan.
- Sorot (highlight) kata-kata yang penting.
- Gunakan warna latar belakang pucat (terang) jika menggunakan teks utama dengan warna gelap.
- Gunakan warna latar belakang gelap jika teks utama berwarna terang.
- Hindari penggunaan warna yang terlalu banyak, terutama kombinasi yang tajam bagi mereka yang buta warna dalam membaca teks.

1 MUDAH DIAKSES (ACCESSIBILITY)

Suatu hal yang mudah diakses ke semua orang dengan mengabaikan browser, paltform, sistem operasi, tersambung atau putus merupakan hal yang sangat utama untuk mempertimbangkan ketika merancang sebuah website. Anda tidak perlu menghalangi seorang pengguna web keluar, siapa saja bisa menjadi potensi menjadi pengunjung/ pelanggan. Setelah sebuah website mudah diakses, membuat penggunaan website Anda akan banyak diakses oleh pengguna/pengunjung. Mudah digunakan = Pengunjung akan kembali. Sulit digunakan = Pengunjung akan “kapok”. “Kekuatan Web adalah disukainya web tersebut oleh pengguna di seluruh dunia (Universality). Akses oleh semua orang dengan mengabakan kekurangannya adalah aspek yang sangat penting”. (Tim Berners – Lee, Direktur W3C dan pembuat World Wide Web). Aspek kemudahan dalam mengakses sebuah website perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum merancang web, diantaranya: - Pastikan website Anda mudah digunakan oleh browser utama yang sering digunakan banyak orang maupun web browser lainnya. - Pastikan website Anda mudah digunakan tanpa harus mendownload sebuah plug-in tertentu. - Ujilah website Anda pada tahap pengembangan untuk memeriksa kinerja pada berbagai sistem operasi dengan versi browser berbeda. - Gunakan style sheet untuk memisahkan style dan content. - Gunakan etika tag html untuk menampilkan teks yang dimaksud sehingga memungkinkan pengguna yang masih awam dapat membaca teks secara jelas dengan cara: menggunakan tag <em> atau <strong> pada Heading, usahakan selalu menetapkan teks alternatif untuk grafik (<img src=”gambar.gif” width=”25” height=”35” alt=”keterangan gambar”>) - Periksa penggunaan warna yang kurang bagus dengan berbagai format kebutaan warna (color blindness): jika ragu-ragu – desaturate (buatlah hitam dan putih) rancangan untuk melihatnya apabila masih perlu pertimbangan, jangan menggunakan warna sebagai indikasi adanya perubahan (misal: bagian baru), selalu menggarisbawahi suatu teks berupa link.

1 KEBUTAAN WARNA (COLOR BLINDNESS)

Sekitar satu dari sebelas orang mungkin tidak mampu menggunakan website Anda berkaitan dengan beberapa format kebutaan warna (color blindness). Yang terbaik, website Anda tidak akan nampak pada orang yang buta warna seperti yang telah Anda rancang. Sialnya lagi, hal ini bisa jadi teks tidak terbaca, navigasi yang sulit digunakan dan elemen lain yang tersembunyi. Anda dapat digunakan oleh mereka yang buta warna, yaitu: - Kebanyakan orang yang buta warna tidak bisa membedakan antara warna merah dengan hijau. - Warna yang teduh akan nampak terang jika dilihat oleh orang yang buta warna. - Format kebutaan warna yang umum adalah: Protanopia tidak mampu menerima warna merah dan Deuteranopia tidak mampu menerima warna hijau, sedangkan Tritanopia tidak mampu warna biru. Bagaimana cara menetralkan kondisi tersebut? - Jangan menggunakan warna sebagai satu-satunya kunci rahasia, oleh karena itu gunakan selalu garis bawah (underline) jika merupakan sebuah llink, sediakan pula arti lain untuk membedakan antar bagian. - Hindari penggunaan warna merah atau hijau saja secara monoton pada website Anda. - Pertahankan tingkat kontras antara teks dan latar belakang. - Gunakan selalu “alt” (teks alternatif) pada setiap grafik.

1 GRAFIK (GRAPHIC)

Unsur grafik sangat diperlukan dalam sebuah website, karena memiiki beberapa fungsi. Namun jika terlalu banyak menggunakan grafik, bisa jadi website kita akan menimbulkan berbagai masalah. Untuk mengatasi berbagai hal yang tidak diinginkan ketika mendesain web, perlu mempertimbangkan berbagai sudut pandang dalam penggunaan grafik, diantaranya: - Tambahkan grafik seperlunya karena bisa menambah waktu ketika pengguna mendownload artikel yang diinginkan. - Ambillah yang terkecil dalam hal ukuran fisik dan file jika memungkinkan. - Jangan menggunakan navigasi dalam bentuk grafik jika ingin dijadikan beberapa bahasa – hal ini memerlukan pemeliharaan ekstra. - Usahakan selalu mencantumkan spesifikasi tinggi dan lebar dalam tag <img src>. - Usahakan selalu mencantumkan nilai border=”1” dalam tag <img src> atau beberapa browser akan menampilkan warna biru di sekitar tepi gambar jika grafik tersebut merupakan sebuah link. - Usahakan selalu menetapkan teks alternatif dalam tag <img src=”gambar.gif” alt=”keterangan”>. Sebagian orang akan mematikan grafik agar proses koneksi lebih cepat. Jika grafik dimatikan, dan tidak memasukkan teks alternatif maka pengguna tidak mengetahui gambar tersebut.
Judul: 7 KONSEP DASAR WEB DESIGN ; Ditulis oleh Kumpulan Materi KomputerUnknown; Rating Blog: 5 dari 5

0 Responses to " 7 KONSEP DASAR WEB DESIGN "

Post a Comment

2:31:00 PM

7 KONSEP DASAR WEB DESIGN



Untuk menjadi seorang pengembang web profesional tidaklah mudah karena harus memadukan antara bahasa pemrograman web dengan nilai seni yang terdapat dalam setiap halaman web. Keduanya harus dimiliiki, jika salah satu saja maka belum bisa disebut sebagai seorang pengembang web profesional. Meskipun pintar bahasa php dalam membuat web, tapi jika tidak didukung oleh jiwa seni maka hasilnya kurang maksimal. Begitu pula sebaliknya, jika hanya pandai membuat tampilan halaman web tapi tidak didukung oleh pengetahuan tentang bahasa pemrograman web maka hal itu akan sia-sia saja. Sebagai seorang pengembang web pemula, tidak perlu berkecil hati jika ingin menjadi seorang pengembang web profesional. Yang terpenting adalah adanya kemauan untuk terus belajar dan belajar lagi agar wawasan tentang pengembangan web terus bertambah. Ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh para pengembang web pemula ketika pertama kali ingin membangun sebuah web dari awal. Agar web yang dibuat nampak profesional perlu memahami beberapa konsep dasar dalam mengolah web, mulai dari tool yang digunakan, format gambar yang sesuai, hingga pemilihan warna teks dan latar belakang sebuah halaman web. Berikut ini terdapat beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam membuat sebuah website :

1 DAPAT DIGUNAKAN (USABILITY)

Usabilitas merupakan hal yang sangat penting dalam merancang web (web design). Memang sangat baik jika memiliki sebuah website dinamis yang nampak profesional dan bagus , namun jika perlu waktu yang sangat lama untuk mendownload sebuah artikal atau penggunaan navigasinya sangat rumit maka tidak heran jika pengguna akan “hengkang” dari website Anda dan tidak akan kembali lagi. Perlu diketahui, umumnya pengguna (user) ingin mendapatkan informasi secara cepat meskipun tampilan website-nya biasa saja. Jika terlalu lama saat mencari informasi maka para pengguna akan langsung menutup halaman web tersebut. Ingat, jangan mengorbankan aspek usabilitas dalam mendesain website.

1 NAVIGASI (NAVIGATION)

Navigasi juga menjadi hal yang sangat penting dalam sebuah website yang berfungsi untuk membantu pengguna (user) dalam menjelajah website kita untuk mencari informasi yang diinginkan secara mudah. Navigasi yang bagus mencerminkan struktur website yang sangat baik. Kadangkala ditemukan beberapa format navigasi, diantaranya:
- Papan Navigasi (Navigation Panel)
o Bisanya dalam bentuk menu-menu yang tersusun rapi.
o Sebaiknya diatur link pada bagian kiri (dari tangan Anda) atau di bagian atas dari sebuah halaman web.
o Dapat berupa teks maupun grafik.
o Harus mengambil ruang yang tidak terlalu banyak.
o Posisi navigasi sebaiknya konsisten pada setiap halamannya. Jika terpaksa menggunakan warna yang berbeda, pastikan bagian tersebut masih merupakan satu kesatuan.
- Tombol Home (Home Button) :
o Tombol ini sangat familiar di kalangan pengembang web. Fungsi utama tombol ini adalah untuk kembali ke halaman utama (homepage).
o Tombol home dapat ditempatkan pada setiap halaman web kecuali halaman utama (homepage).
o Tombol home maupun logo perusahaan dapat berfungsi sebagai navigasi dan sebaiknya diletakkan di bagian kiri atas (dari tangan Anda).
o Pastikan tombol home maupun logo ada pada setiap halaman (kecuali halaman utama) agar pengunjung (visitor) lebih familiar dengan navigasi tersebut.
- Link
o Jika teks memiliki hyperlink sebaiknya diberi garis bawah (underlined).
o Pengunjung mestinya tidak harus disajikan dalam bentuk mouse over atau hover pada sebuah link untuk menyadarkan pengunjung bahwa teks tersebut adalah sebuah link – buatlah link yang nyata.
o Sediakanlah lebih banyak teks link (textual link) dalam sebuah website untuk mengijinkan pengunjung ke informasi referensi secara silang.
o Usahakan menyediakan daftar susunan link secara nyata dibandingkan hidden (adanya hal yang tersembunyi) dalam sebuah teks. Adanya link dalam sebuah teks mengakibatkan proses membaca sedikit lambat, namun hal ini mungkin saja menjadi hal yang bagus dengan tujuan menandai (highlight) kata-kata yang khusus.
o Buatlah perbedaan antara internal link (link dalam satu website) dengan external link (link dengan website lain).
o Jika link tersebut masih dalam satu website (internal link) buatlah link menggunakan teks yang simple. Jika link tersebut mengarah ke website lain (external link) usahakan memasukkan alamat lengkap website tersebut dalam teks (misal: http://www.websitelain.com). Hal itu akan memberikan informasi kepada pengunjung tentang website yang berbeda sebelum mengklik link tersebut.
o Apabila menyertakan link eksternal dalam website Anda, jangan membuat link dengan cara membuka jendela baru (new window) menggunakan target “_blank”. Ini dapat mengakibatkan pengunjung merasa terganggu.
o Hindari tombol kembali (back button) – yang merupakan perintah umum untuk kembali ke halaman sebelumnya.
o Jika memiliki link dalam bentuk file berukuran besar seperti .avi atau .pdf, sediakan ukuran dalam bentuk KB dalam tanda kurung untuk memberikan informasi kepada pengunjung tentang ukuran file tersebut sebelum mendownloadnya.
o Buatlah kepastian pengunjung untuk mengetahui tentang link yang sudah dikunjungi (diklik) dengan cara memberi warna yang berbeda. Misalkan dari warna biru ke merah (artinya: warna biru memberi arti link tersebut belum dibuka sedangkan warna merah menandakan link tersebut telah dikunjungi/dibuka).
- Judul html (HTML Title)
o Umumnya berada pada tag html header.
o Judul html (sebagai header) masih relevan dengan halaman sekarang.
o Ditampilkan di bagian atas (top title bar) pada sebuah browser.
o Judul html sangat berguna bagi yang membutuhkan sebagai bookmark situs Anda.
- Peta situs (Site Map)
o Site map merupakan salah satu bagian dari halaman website yang memberikan informasi tentang peta situs.
o Site map merupakan struktur yang hirarkis dari sebuah situs dengan link untuk seluruh halaman yang relevan.
o Memiliki link yang menyolok ke peta situs dari setiap halaman.
- Fasilitas Pencarian (Search Facility)
o Beberapa pengunjung/pengguna lebih memilih fasilitas pencarian sebelum menggunakan navigasi lain yang disediakan.
o Ada juga beberapa pengguna menggunakan fasilitas pencarian sebagai fasilitas terakhir yang akan digunakan.
o Pastikan situs Anda memiliki sebuah fasilitas pencarian (search facility).
o Letakkan kotak pencarian dalam posisi yang menyolok pada setiap halamannya.
- Grafik sebagai Navigasi dan/atau Link (Graphic as Navigation and/or Link)
o Sebagian pengembang web menggunakan grafik/ gambar sebagai link maupun navigasi. Berhati-hatilah jika melakukan hal tersebut.
o Jika garis tepi (border=”0”) pada tag grafik, hal itu mungkin menjadi jalan yang tidak jelas bagi pengunjung ketika memberitahukan bahwa gambar tersebut merupakan sebuah link.
o Jika grafik/gambar tersebut bukan dalam mouseover, pengunjung mungkin tidak akan melihat kursor berubah menjadi sebuah tangan.
o Usahakan dan sediakan link teks (textual link) untuk informasi yang sama sebagai grafik.
o Jika nilai estetika lebih penting, berilah garis tepi (border=”1”) pada grafik/gambar sebagai link

1 KONSEP PENULISAN (WRITING CONCEPT)

Teknik penulisan dalam web berbeda dengan penulisan untuk publikasi (cetak). Waktu merupakan hal sangat penting bagi mereka yang menggunakan Internet, sehingga para pengguna Internet tidak akan membuang waktunya hanya untuk membaca teks yang sangat banyak sekali. Riset membuktikan bahwa para pengguna cenderung meneliti teks dalam layar monitor. Selain itu, lebih cepat membaca di layar monitor dibandingkan membaca di atas kertas. Terdapat beberapa konsep penulisan dalam sebuah web, yaitu: - Sedikit itu lebih baik – pertahankan konsistensi: buatlah struktur kalimat sesederhana mungkin, atau buatlah kalimat yang pendek. - Seringlah menyorot (highlight) kata atau ungkapan yang penting. - Buatlah bullet atau nomor jika perlu. - Buatlah panjang halamannya lebih pendek – hindari terlalu banyak menggulung layar (vertical scroll). - Gunakan link untuk menyorot (highlight) dan mengambil pengguna untuk informasi lebih lanjut. - Hindari penggunaan ungkapan yang tidak deskriptiv, seperti “klik di sini” - coba dan gunakan kata deskriptiv untuk link. - Hindari penggunaan tag <hr> (Horizontal Rule), untuk memisahkan badan teks: gunakan banyak judul, subheading, dan ruang putih sebagai gantinya (hal ini akan nampak lebih bagus dan mudah dibaca, tag <hr> juga banyak yang tidak menyukai. - Hindari perataan teks di tengah-tengah (center) – tidak nyaman untuk dibaca. - Jangan menggunakan semua huruf kapital – tidak nyaman untuk dibaca juga. - Hindari teks miring (italic) secara berlebihan – hal ini juga tidak nyaman untuk dibaca. - Pertahankan isi (content) dari style – gunakan style sheet dan masukakan file lain yang mendukung.

1 KESEDERHANAAN (SIMPLICITY)

Kesederhanaan merupakan hal penting dalam membuat sebuah web profesional. Sederhana di sini bukan dalam arti tampilan sebuah situs, namun lebih mengarah ke teknik penulisannya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar konsep kesederhanaan tetap dipertahankan, yaitu:
- Gunakan Heading dan Sub Heading untuk memisahkan bagian teks.
- Gunakan ruang kosong dengan warna putih secara bijaksana.
- Pastikan Anda memiliki tidak lebih 12 kata dalam setiap barisnya.
- Tulislah isi secara singkat
- bukan sebuah karangan.
- Sorot (highlight) kata-kata yang penting.
- Gunakan warna latar belakang pucat (terang) jika menggunakan teks utama dengan warna gelap.
- Gunakan warna latar belakang gelap jika teks utama berwarna terang.
- Hindari penggunaan warna yang terlalu banyak, terutama kombinasi yang tajam bagi mereka yang buta warna dalam membaca teks.

1 MUDAH DIAKSES (ACCESSIBILITY)

Suatu hal yang mudah diakses ke semua orang dengan mengabaikan browser, paltform, sistem operasi, tersambung atau putus merupakan hal yang sangat utama untuk mempertimbangkan ketika merancang sebuah website. Anda tidak perlu menghalangi seorang pengguna web keluar, siapa saja bisa menjadi potensi menjadi pengunjung/ pelanggan. Setelah sebuah website mudah diakses, membuat penggunaan website Anda akan banyak diakses oleh pengguna/pengunjung. Mudah digunakan = Pengunjung akan kembali. Sulit digunakan = Pengunjung akan “kapok”. “Kekuatan Web adalah disukainya web tersebut oleh pengguna di seluruh dunia (Universality). Akses oleh semua orang dengan mengabakan kekurangannya adalah aspek yang sangat penting”. (Tim Berners – Lee, Direktur W3C dan pembuat World Wide Web). Aspek kemudahan dalam mengakses sebuah website perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum merancang web, diantaranya: - Pastikan website Anda mudah digunakan oleh browser utama yang sering digunakan banyak orang maupun web browser lainnya. - Pastikan website Anda mudah digunakan tanpa harus mendownload sebuah plug-in tertentu. - Ujilah website Anda pada tahap pengembangan untuk memeriksa kinerja pada berbagai sistem operasi dengan versi browser berbeda. - Gunakan style sheet untuk memisahkan style dan content. - Gunakan etika tag html untuk menampilkan teks yang dimaksud sehingga memungkinkan pengguna yang masih awam dapat membaca teks secara jelas dengan cara: menggunakan tag <em> atau <strong> pada Heading, usahakan selalu menetapkan teks alternatif untuk grafik (<img src=”gambar.gif” width=”25” height=”35” alt=”keterangan gambar”>) - Periksa penggunaan warna yang kurang bagus dengan berbagai format kebutaan warna (color blindness): jika ragu-ragu – desaturate (buatlah hitam dan putih) rancangan untuk melihatnya apabila masih perlu pertimbangan, jangan menggunakan warna sebagai indikasi adanya perubahan (misal: bagian baru), selalu menggarisbawahi suatu teks berupa link.

1 KEBUTAAN WARNA (COLOR BLINDNESS)

Sekitar satu dari sebelas orang mungkin tidak mampu menggunakan website Anda berkaitan dengan beberapa format kebutaan warna (color blindness). Yang terbaik, website Anda tidak akan nampak pada orang yang buta warna seperti yang telah Anda rancang. Sialnya lagi, hal ini bisa jadi teks tidak terbaca, navigasi yang sulit digunakan dan elemen lain yang tersembunyi. Anda dapat digunakan oleh mereka yang buta warna, yaitu: - Kebanyakan orang yang buta warna tidak bisa membedakan antara warna merah dengan hijau. - Warna yang teduh akan nampak terang jika dilihat oleh orang yang buta warna. - Format kebutaan warna yang umum adalah: Protanopia tidak mampu menerima warna merah dan Deuteranopia tidak mampu menerima warna hijau, sedangkan Tritanopia tidak mampu warna biru. Bagaimana cara menetralkan kondisi tersebut? - Jangan menggunakan warna sebagai satu-satunya kunci rahasia, oleh karena itu gunakan selalu garis bawah (underline) jika merupakan sebuah llink, sediakan pula arti lain untuk membedakan antar bagian. - Hindari penggunaan warna merah atau hijau saja secara monoton pada website Anda. - Pertahankan tingkat kontras antara teks dan latar belakang. - Gunakan selalu “alt” (teks alternatif) pada setiap grafik.

1 GRAFIK (GRAPHIC)

Unsur grafik sangat diperlukan dalam sebuah website, karena memiiki beberapa fungsi. Namun jika terlalu banyak menggunakan grafik, bisa jadi website kita akan menimbulkan berbagai masalah. Untuk mengatasi berbagai hal yang tidak diinginkan ketika mendesain web, perlu mempertimbangkan berbagai sudut pandang dalam penggunaan grafik, diantaranya: - Tambahkan grafik seperlunya karena bisa menambah waktu ketika pengguna mendownload artikel yang diinginkan. - Ambillah yang terkecil dalam hal ukuran fisik dan file jika memungkinkan. - Jangan menggunakan navigasi dalam bentuk grafik jika ingin dijadikan beberapa bahasa – hal ini memerlukan pemeliharaan ekstra. - Usahakan selalu mencantumkan spesifikasi tinggi dan lebar dalam tag <img src>. - Usahakan selalu mencantumkan nilai border=”1” dalam tag <img src> atau beberapa browser akan menampilkan warna biru di sekitar tepi gambar jika grafik tersebut merupakan sebuah link. - Usahakan selalu menetapkan teks alternatif dalam tag <img src=”gambar.gif” alt=”keterangan”>. Sebagian orang akan mematikan grafik agar proses koneksi lebih cepat. Jika grafik dimatikan, dan tidak memasukkan teks alternatif maka pengguna tidak mengetahui gambar tersebut.

0 comments: